"Kemuliaan Guru yang Dirampas oleh suatu Zaman"

     

Nama : Tasya Budi Putriawati 

Prodi : PGSD, Semester III 

Fakultas : Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP Syekh Manshur 

Judul : " Kemuliaan Guru yang Dirampas oleh suatu Zaman"


     KEMULIAAN GURU YANG DIRAMPAS                           OLEH SUATU ZAMAN

    Guru seharusnya sosok panutan yang digugu dan ditiru. Ditangannyalah dititipkan kaum muda untuk dikembangkan menjadi insan yang menjunjung tinggi moralitas dan martabat kemanusiaan. Jangan tanyakan berapa gaji yang diperoleh seorang guru karena itu tak sebanding dengan apa yang telah mereka lakukan. Dedikasi dan jasa guru pada upaya pencerdasan bangsa akan selalu terukir sekalipun napas sudah berpisah dari raga.

   Namun pada dewasa ini pandangan terhadap figur mulia guru mulai luntur atau mulai hilang. Hal ini tercermin dari banyaknya kasus yang menimpa guru. Guru seolah-olah berada di persimpangan jalan. Dalam menjalankan tugasnya, guru kini sering dibayangi dengan berbagai ancaman mulai dari yang ringan sampai dengan jeruji besi atau yang parah.

   Kondisi sekarang sangat berbeda dengan kondisi zaman dulu. Di kondisi zaman dulu, tindakan guru menegur murid merupakan bagian dari bentuk perhatian guru. Tak heran, guru zaman dulu sangat berwibawa di mata siswa dan masyarakat. Bayangkan, jika guru sudah menatap siswa dengan tatapan diam, maka siswa pun akan dengan segera menyadari kesalahannya. Tak ada yang melaporkan atau menuduh guru telah melakukan pelanggaran HAM karena sang guru menegur atau memberikan sanksi atas kesalahan siswanya itu memang tugas mereka sebagai guru untuk mendidik siswa nya agar mereka taat dan disiplin.

   Tetapi apa boleh buat, zaman telah berubah. Dulu guru adalah teladan, sosok guru yang harus dihormati, kini justru terbalik. Guru di zaman sekarang dianggap sebagai “mesin” akademik saja, bukan sebagai sosok yang harus diteladani, disayangi, dan dihormati di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Tidak mengherankan, banyak kasus perlakuan murid yang tak layak kepada guru telah membawa akibat runtuhnya moralitas kaum muda.

   Belum lama ini dunia pendidikan Indonesia digemparkan dengan berbagai kasus kekerasan siswa terhadap gurunya. Dari berbagai jenis latar belakang dan kronologi kasus menggambarkan ada yang salah dalam etika dan moralitas siswa. Kenyataan ini semakin mempertegas tentang pentingnya pendidikan karakter bagi siswa. Pendidikan karakter tidak hanya terfokus pada penyampaian materi akademik saja, tetapi juga mengembangkan etika serta sopan santun tentang bagaimana seharusnya siswa bersikap dan menghormati seorang guru.

   Kita patut belajar memuliakan guru dari negeri Jepang. Ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, Kaisar Hirohito memerintahkan Menteri Pendidikan menghitung jumlah guru yang masih hidup. Para guru dikumpulkan dan diberikan tugas berat untuk membangun Jepang menjadi bangsa yang unggul.

   Mengembalikan kembali perspektif kemuliaan seorang guru adalah langkah nyata yang harus dilakukan semua komponen masyarakat. Tak hanya tanggung jawab lingkungan sekolah. Dimulai dari keluarga yang menanamkan nilai agama dan etika, lingkungan, dan media massa pun harus berhati-hati dalam memberikan segala tontonan serta informasi. Karena baik langsung maupun tidak langsung hal-hal tersebut membentuk watak seorang siswa yang sedang proses pencarian jati diri. Selain itu, membangun komunikasi, baik antara siswa dan guru agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung baku hantam. Jangan sampai dunia pendidikan Indonesia tercoreng dengan ungkapan “guru sibuk mengajar, sedangkan siswa asik menghajar.”

Maka, dengan ini, peran guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting bagi tugas guru.

Apa sih Peran guru dalam dunia pendidikan itu ?

   Guru merupakan profesi atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus, Mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang begitu kompleks. Oleh karena itu, seorang guru perlu memiliki kompetensi dan profesionalisme yang tinggi agar dapat dan mampu mengarahkan siswa pada tujuan akhir pendidikan yakni terbentuknya manusia yang utuh.kompetensi guru merupakan tuntutan yang mutlak dan wajib dimiliki oleh setiap guru. Kompetensi yang harus dimiliki tersebut dengan sendirinya yang terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru.

 Menurut Dirjen Dikti (2002), ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh guru SD. 4 kompetensi itu antara lain:

Penguasaan bidang studi, yang mencakup dua hal, yaitu penguasaan disiplin ilmu dan penguasaan kurikulum.

Pemahaman tentang peserta didik, yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam memberikan layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa.

Penguasaan pembelajaran yang mendidik, yang tercermin dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi dan memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran secara dinamis untuk membentuk kompetensi siswa.

Pengembangan kepribadian dan keprofesionalan, yang mengacu pada profesional guru untuk dapat mengetahui, mengukur, dan mengembangkan kemampuannya secara mandiri.

Mengembangkan tugas dan tanggung jawabnya dalam berproses bersama siswa.

   Di samping memiliki kompetensi, guru juga wajib profesional dalam mengemban tugasnya sebagai pengajar dan pendidik di sekolah.Sebagai seorang yang profesional, guru juga dituntut untuk memiliki ketrampilan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang baik, keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, pendidikan khusus bidang keguruan, serta tanggung jawab yang tinggi terhadap profesi yang dijalani.

   Guru profesional adalah seorang guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan, bertanggung jawab, serta mampu melaksanakan tugas dan fungsinya seoptimal mungkin.Dalam hal ini profesi seorang guru bukan sekedar profesi intelektual semata, melainkan lebih dari itu mampu membawa siswa pada suasana pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

   Guru yang berkualitas adalah guru yang memiliki kemampuan sesuai dengan profesi yang disandangnya.Terlebih pada jenjang Sekolah Dasar, seorang guru harus benar-benar mampu memahami karakter siswa yang sangat heterogen.Baik itu latar belakang siswa, kemampuan siswa, status ekonomi siswa, ataupun faktor-faktor lain yang dapat menghambat siswa dalam mengembangkan kemampuannya.Guru harus mampu mengajar, mendidik, dan melatih siswa.


   Namun berdasarkan teori diatas banyak guru yang belum memahami bahwa dialah peran penting dalam dunia pendidikan. Masih terdapat banyak guru yang bermalas malasan dalam mengajar. Dibawah ini adalah beberapa kelalaian seorang guru yaitu : 

Malas mengajar artinya datang ke dalam kelas hanya memberi tugas murid tanpa menerangkan. 

Datang tidak tepat waktu artinya saat sudah bel masuk kekelas guru masih saja berada di dalam kantor guru tidak langsung masuk kedalam kelas tempat ia mengajar.

Solusi dari permasalahan ini adalah :

  Menurut saya, Seharusnya guru dapat mengingat tugas dan peran yang ia miliki. Pihak dinas pendidikan juga seharusnya dapat mengkontrol kinerja guru. Agar pendidikan indonesia semakin maju dan memiliki kinerja guru yang profesional dan bertanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan kepada nya.

Harapan untuk pendidikan:

   Saya berharap pendidikan di indonesia semakin baik, tenaga pekerja pendidikan seperti guru dapat melaksakan tugasnya dengan baik dan benar, semakin menjunjung tinggi profesionalitas dan guru dapat mengajar, melatih dan mendidik serta dapat menciptakan penerus bangsa yang berkualitas.














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Carpon Indung